Senin, 08 Agustus 2011

Honda "Recall" 2,49 Juta Mobil, Termasuk CR-V dan Accord

Honda Motor Company mengumumkan kampanye perbaikan massal (recall) 2,49 juta unit produknya, yaitu CR-V dan Accord. Kendaraan yang di-recall itu terdiri dari 1,5 juta unit di Amerika Serikat, 760.000 unit di China, dan 135.142 unit di Kanada. Sisanya di Timur Tengah, Amerika Selatan, Meksiko, dan Puerto Rico, tetapi tidak termasuk unit yang dijual di Jepang.

Menurut Reuters, recall diakukan karena terjadi masalah pada peranti lunak (software) yang berpotensi mengganggu fungsi operasional transmisi otomatis. Kesalahan peranti lunak tersebut akan mengakibatkan transmisi rusak, utamanya apabila pengemudi memindahkan tuas transmisi secara cepat dari mundur (R) ke netral (N)-drive (D) dilakukan saat terjebak di salju atau lumpur.

Untuk Accord, permasalahan terjadi pada model produksi 2005-2010. Khusus di AS dan Kanada, CR-V juga menghadapi masalah yang sama untuk unit produksi 2007-2010 dan Element keluaran 2005-2008. Adapun di China, recall dilakukan terhadap 160.000 Odyssey produksi 2005-2009 dan 4.000 Spirior keluaran 2010.

Chris Martin, juru bicara Honda, di California mengatakan, "Kerusakan hanya ditemukan pada beberapa kendaraan. Sebagian besar konsumen tak akan merasakan masalah ini. Ini hanya masalah program peranti lunak."

Pemudik Motor Meningkat 4 Persen

Meski pemerintah sudah menghimbau berkali-kali, pemudik menggunakan sepeda motor masih tinggi. Bahkan, tahun ini jumlahnya diprediksi meningkat 4 persen menjadi 2,4 juta dari tahun lalu yang tercatat 2,3 juta unit.

Bambang Susantono, Wakil Menteri Kementerian Perhubungan mengatakan, meningkatnya jumlah pemudik motor tahun ini mencerminkan perekonomian kita yang membaik. Berarti pembelian unit motor tahun ini juga melonjak.

Dari survei yang dilakukan Kemenhub, alasan kuat yang tak bisa ditinggalkan pemudik motor untuk mengalihkan diri ke transportasi lain adalah sarana yang minim. "Alasan mereka menggunakan motor, karena di daerahnya belum tersedia transportasi dengan baik. Dengan menggunakan motor, maka mobilitas mereka (pemudik) terjamin di daerahnya masing-masing," beber Bambang di Jakarta, hari ini (8/8).

Untuk menekan jumlah korban jiwa pada musim mudik tahun ini, lanjut Bambang, pemerintah juga membangun beberapa posko peristirahatan bagi pemudik supaya bisa menjaga stamina kala perjalanan mudik. Kami juga menekankan aturan setiap pemudik motor tak membawa barang berlebih dan mengangkut maksimal dua orang dewasa.

Himbau APM

Selain itu, Kementerian Perhubungan tahun ini juga kembali menghimbau pada Agen Pemegang Merek sepeda motor di Indonesia agar tak menyelenggarakan konvoi mudik bersama-sama. Sebagai gantinya, pemerintah menghimbau mudik dilakukan menggunakan sarana transportasi lain seperti bus dan sepeda motornya diangkut truk.

"Kami kembali menekankan, keselamatan pemudik menjadi fokus utama. Jadi naik bus akan punya tingkat keamanan lebih tinggi dari sepeda motor," tutup Bambang.